PENDAFTARAN ONLINE ATAU HUBUNGI 081280277929 PIN 5ACEOFF4

Nama

Email *

Pesan *

Sabtu, 08 Februari 2025

BULAN SYABAN & KAJIAN JUMAT

*Keutamaan Bulan Sya’ban*
By Hj Ida Rosa SPdI.MAg
Bismillahirrahmanirrahim 

Bulan Sya’ban Secara Umum adalah Bulan Mulia yang terletak antara bulan Rajab dan bulan suci Ramadhan. Di antara keistimewaannya, bulan tersebut adalah waktu dinaikkannya amalan. Mengenai bulan Sya’ban, ada hadits dari Usamah bin Zaid radhiyallohu’anhu. Ia pernah menanyakan pada Nabi Muhammad ﷺ bahwa ia tidak pernah melihat Beliau melakukan puasa sunnah yang lebih semangat daripada puasa Sunnah Sya’ban. Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
_“Bulan Sya’ban adalah bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An-Nasa’i no. 2359. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)._

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, _“Dalam hadits di atas terdapat dalil mengenai dianjurkannya melakukan amalan ketaatan di saat manusia lalai, terutama puasa sunnah di bulan sya’ban. Inilah amalan yang dicintai di sisi Allah.” (Lathoif Al Ma’arif, 235)_
 
*Banyak Berpuasa di Bulan Sya’ban*
Tentang amalan puasa sunnah di bulan sya’ban ini, ‘Aisyah radhiyallohu’anha menceritakan,
لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
_“Nabi ﷺ tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi ﷺ biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156)_

Di antara rahasia kenapa Nabi ﷺ banyak berpuasa di bulan Sya’ban yaitu karena puasa sunnah di bulan Sya’ban adalah ibarat ibadah rawatib (ibadah sunnah yang mengiringi ibadah wajib). Sebagaimana shalat rawatib adalah shalat yang memiliki keutamaan karena dia mengiringi shalat wajib, sebelum atau sesudahnya, demikianlah puasa Sya’ban. Karena puasa di bulan Sya’ban sangat dekat dengan puasa Ramadhan, maka puasa tersebut memiliki keutamaan. Dan puasa ini bisa menyempurnakan puasa wajib di bulan Ramadhan. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab, 233)
 
*Hikmah di Balik Puasa Sya’ban*
1. Bulan Sya’ban adalah bulan tempat manusia lalai. Karena mereka sudah terhanyut dengan istimewanya bulan Rajab (yang termasuk bulan Harom) dan juga menanti bulan sesudahnya yaitu bulan Ramadhan. Tatkalah manusia lalai, inilah keutamaan melakukan amalan puasa ketika itu. 

2. Puasa di bulan Sya’ban adalah sebagai latihan atau pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jika seseorang sudah terbiasa berpuasa sebelum puasa Ramadhan, tentu dia akan lebih kuat dan lebih bersemangat untuk melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan. (Lihat Lathoif Al Ma’arif,  hal. 234-243)

*Perbanyak Amalan Bacaan Al-Qur’an di Bulan Sya’ban*
Salamah bin Kahil berkata,
كَانَ يُقَالُ شَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ القُرَّاء
_“Dahulu bulan Sya’ban disebut pula dengan bulan membaca Al Qur’an.”_

Abu Bakr Al Balkhi berkata,
شَهْرُ رَجَبٍ شَهْرُ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سَقْيِ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حِصَادِ الزَّرْعِ
_“Bulan Rajab saatnya menanam. Bulan Sya’ban saatnya menyiram tanaman dan bulan Ramadhan saatnya menuai hasil.” (Lihat Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 92748)_

Semoga Allah ﷻ memudahkan kita mengikuti suri tauladan kita untuk memperbanyak amal shalih di bulan Sya’ban. Sehingga kita dimasukkan oleh Allah ﷻ kedalam kelompok hamba-hambaNya yang bertaqwa. Aamiin,,


Semoga dengan melakukan hal ini kita termasuk orang yang mendapat keutamaan yang disebutkan dalam hadits qudsi berikut.

وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ

_Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari no. 2506)._
Orang yang senantiasa melakukan amalan sunnah (mustahab) akan mendapatkan kecintaan Allah ﷻ, lalu Allah ﷻ akan memberi petunjuk pada pendengaran, penglihatan, tangan dan kakinya. Allah ﷻ juga akan memberikan orang seperti ini keutamaan dengan mustajabnya (terkabulnya) do’a. (Faedah dari Fathul Qowil Matin, Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al Abad)

بارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

_Wallohuta’ala A’lam,,,_
_Baarokallohufiikum,,,_
_Semoga Bermanfaat,,,_

——○●※●○——
© Artikel : *SekolahTahfidzZamzamRahmah*
081283746599
Admin 

Rasulullah ﷺ bersabda: _“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” [HR. Muslim no. 1893]_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar